BABY BLUES TIDAK TERLIHAT TAPI BERBAHAYA
Hai, lama nian blog ini tidak terisi ya.
Yha gimana, sudah tidak lagi galau karena ditinggal rabi atau galau perihal kenang mengenang mantan. Memang benar, apa
yang orang bilang, selesailah dengan dirimu sendiri, maka kamu akan menemukan
jodohmu. Selesai yang seperti apa? nanti-nanti lah aku cerita.
Kali ini yang ingin diceritakan adalah salah
satu perubahan besar dalam hidupku. Besar, sangat besar. Tahun ini, 2020. 2
tahun sejak blog ini mandeg, seorang bayi perempuan lahir kedunia. Anakku.
Anakku yang paling kusayang. Apakah aku bahagia dengan kehadirannya? tidak.
Tidak semudah itu menerimanya Alejandro. Apakah itu karena dia anak yang tidak
diinginkan? hee.. Aku menikah secara resmi diakui bangsa negara Indonesia dan
juga agama. Lalu bagaiamana bisa tidak bahagia dengan kehadirannya? Baby Blues.
Baby blues, bukan bayi biru ya. Baby blues
adalah gangguan psikologis pada ibu yang baru saja melahirkan. Biasanya terjadi
pasca melahirkan hingga 14 hari setelah melahirkan. Bisa juga lebih lama
sehingga berkembang menjadi PPD atau Post Partum Depression atau Depresi Pasca
Melahirkan. Bagaimana gejala yang ditunjukkan? umumnya gejala yang dirasakan
adalah ketidakstabilan emosi, mudah marah, mudah menangis dengan alasan yang
tidak jelas, ada yang cemas berlebihan, ada juga yang sampai ingin melukai diri
sendiri bahkan bayinya.
Gejala yang aku rasakan adalah cemas yang
berlebihan. Mencemaskan bagaimana masa depannya, mencemaskan bagaimana
kehidupannya. Apakah putri kecilku akan memiliki kehidupan yang layak,
pendidikan yang tinggi, harta yang cukup, lingkungan yang baik bahkan aku
mengkhawatirkan bagaimana kehidupan akhiratnya nanti. apakah aku mampu
memberikan pendidikan agama yang baik, hingga kuat tauhidnya. Berhari-hari
tidur tidak nyenyak, setiap kali ingin tidur, takut tidak bisa bangun lagi,
takut mati. Jika aku mati, kasihan putriku nanti, tidak bisa merasakan kasih
sayang ibunya. Setiap kali suami berangkat kerja, khawatir juga, takut ada
apa-apa dijalan. Takut ditinggal mati. Ditambah dengan berita kematian suami
BCL, Ashraf sinclair yang sering tayang di televisi. Makin terpuruklah keadaan
psikologis saat itu. Setiap hari cuma bisa menangis, khawatir ini khawatir
itu.Ingin cerita juga kesiapa, cerita ke suami, rasanya kurang lega, cerita ke
orang tua, khawatir juga, khawatir malah jadi beban pikiran mereka.
Beruntunglah aku, dikelilingi orang-orang yang
luar biasa baik. Ditengah keterpurukan itu, banyak teman-teman kerja yang
mengunjungi rumah. Meski saat itu sedang cuti melahirkan, rekan-rekan kerja
silih berganti mengunjungi, rasanya lumayan untuk meredakan kesepian dirumah.
Saling berbagi cerita, memberi dukungan bahwa aku mampu menjadi ibu yang baik
dan ibu yang terbaik bagi putri kecilku. Salah satu nasihat yang paling
membekas dihatiku adalah "Harus dipasrahkan ke Allah, Kita ndak punya mereka
semua (Anak dan pasangan). Mereka milik Allah. Haknya Allah yang terpenting,
kita sudah berusaha menjadi yang terbaik buat mereka". Nasehat itu rasanya
sepert Gule kambing pakai
sambel sekilo. Nampol poll. Benar, segala yang kita miliki, harta, anak,
pasangan dan jabatan adalah milik Allah. Kita ini cuma dititipi dan yang
dititipi harus siap sewaktu-waktu jika titipan itu diminta oleh yang punya.
Beberapa literatur yang kubaca, juga sangat
menenangkan hati, tentang kewajiban orang tua dalam islam. 3 hal itu adalah
mengajarkan tauhid dan Al Quran, memberinya kasih sayang dan memberi nama pada
hari ketujuh dan mengaqiqahi jika mampu. Putri Kecilku kuberi nama Aleena Meidina
Bestari dan akan ditunaikan aqiqahnya melalui aqiqah terbaik di Indonesia,
Aqiqah pretige pilihan artis. Aqiqah tasikmalaya cigalontang.
Pesannya juga mudah, tinggal menghubungi social media, buka website aqiqah tasikmalaya cigalontang
atau via WA. Yang di Tasikmalaya mau cari kambing aqiqah, aqiqah tasikmalaya cigalontang
saja. Aqiqah tasikmalaya cigalontang
juga terjangkau untuk mamak-mamak sederhana macam saya.
Nih, aku drop gambarnya

Comments
Post a Comment